Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Planet Merkurius mungkin memiliki daerah yang memiliki potensi untuk dihuni. Kesimpulan tersebut dihasilkan setelah para ahli menemukan gletser yang mengandung garam di kawah dekat kutub utara Merkurius.
Informasi tentang gletser ditemukan dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari wahana MESSENGER NASA yang kini sudah tidak aktif. Penemuan terbaru ini juga memberikan kemungkinan yang lebih tinggi bahwa planet terdekat dari Matahari dapat menjadi tempat tinggal bagi kehidupan.

Baca Juga:
- Planet Venus dan Serba-Serbi Permukaannya, Yuk Intip!- Teknodaim.com
- Robot Nasa Berhasil Mendarat di Planet Mars • Teknodaim.com
- Planet Misterius Ini Terdeteksi Mengorbit, Apakah Alien? •Teknodaim.com
Penemuan Gletser
Menurut informasi dari Live Science pada hari Rabu (6/12/2023), gletser yang ada di Merkurius berbeda dengan gletser di Bumi. Gletser di Merkurius terbentuk dari aliran garam yang menahan senyawa volatil yang mudah menguap seperti air, karbon dioksida, dan nitrogen. Gletser ini terletak jauh di bawah permukaan Merkurius.
Garam yang terdapat di dalam gletser dapat menahan zat yang cenderung menguap selama lebih dari satu miliar tahun.
Merkurius memiliki kemungkinan untuk mendukung kehidupan dan melindunginya dari sinar matahari yang berbahaya karena adanya zat-zat mudah menguap yang penting bagi kehidupan yang terperangkap di bawah permukaan planet tersebut.
Selain itu, walaupun deposit garam di Merkurius berbeda dengan gunung es atau gletser Arktik secara umum, namun lingkungan yang asin serupa juga ada di Bumi. Oleh karena itu, para ahli geologi dapat membayangkan seperti apa lingkungan di Mars dan apakah kehidupan bisa muncul di sana.
Pendapat Alexis Rodriguez
Menurut Alexis Rodriguez, seorang ilmuwan planet di PSI, senyawa garam tertentu di Bumi dapat menciptakan tempat yang dapat ditinggali meskipun dalam kondisi lingkungan yang sangat keras seperti Gurun Atacama di Chili yang sangat kering.
Hal ini menggugah kita untuk mempertimbangkan kemungkinan adanya wilayah di bawah permukaan planet Merkurius yang mungkin lebih cocok untuk kehidupan.
Namun, masih ada satu pertanyaan yang belum terjawab secara memuaskan. Bagaimana mungkin zat-zat yang mudah menguap bisa mencapai lapisan bawah tanah? Untuk memahaminya dengan lebih baik, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.
Baca Juga:
- Asal Usul Pemberian Nama Planet di Tata Surya (bebaspedia.com)
- 5 Aplikasi Buat Pencinta Astronomi Untuk Mengamati Benda Langit (bebaspedia.com)
Kesimpulan
Para ilmuwan mengungkapkan bahwa gletser garam yang aneh di Merkurius terbentuk karena adanya tumbukan asteroid. Tumbukan tersebut mengakibatkan material yang terperangkap di bawah permukaan terbuka dan membentuk gletser garam. Oleh karena itu, gletser tersebut ditemukan di kawah.
Salah satu hal menarik lainnya adalah adanya gletser yang ditemukan di planet Merkurius. Hal ini menarik karena Merkurius berjarak 2,5 kali lebih dekat ke Matahari dibandingkan dengan Bumi. Ketika berada dalam jarak yang sangat dekat, suhu menjadi sangat tinggi. Hasil penelitian ini di-publish dalam jurnal Ilmu Planet.










Bales ke