Sebuah asteroid yang sebelumnya tidak terlihat oleh para ilmuwan selama lebih dari 10 tahun telah muncul kembali. Meskipun peluangnya kecil, benda langit tersebut dapat mengenai Bumi pada tahun ini.

Baca Juga:
- Apakah Benar Ilmu Astronomi Disebut Ilmu Tertua? Ini Penjelasannya!
- Planet Merkurius Terungkap Ada Wilayah Berpotensi Layak Huni!
- Telah Ditemukan Asteroid yang Mengandung Emas Lebih Banyak dari Bumi, Apakah Bisa Diambil?
Pernyataan NASA
Pada sebuah pernyataan, NASA mengungkapkan tentang benda langit FT3 yang pertama kali ditemukan pada tahun 2007. Namun, para ilmuwan kehilangan jejaknya dan tidak tahu kemana arahnya pergi. Sejak itu, FT3 2007 masuk ke dalam klasifikasi sebagai “asteroid yang hilang”.
Menurut NASA, ada kemungkinan sebesar 0,0000096 persen – atau 1 dari 10 juta – bahwa planet kita akan terkena dampak pada tanggal 3 Maret 2030. Namun, ada perkiraan lain yang mengatakan bahwa FT3 2007 memiliki kemungkinan sebesar 0,0000087 persen, atau 1 dari 11,5 juta peluang, untuk menabrak Bumi pada 5 Oktober 2024.
Kemungkinan yang Terjadi Pada Asteroid Jika Menabrak Bumi
Jika asteroid itu menabrak bumi, kemungkinan akan melepaskan energi yang setara dengan ledakan 2,6 miliar ton TNT. Dampaknya mungkin cukup untuk menyebabkan kerusakan di wilayah tertentu, tetapi tidak cukup untuk menyebabkan peristiwa global yang parah seperti yang menyebabkan kepunahan dinosaurus.
Menurut laporan NASA, Bumi menghadapi ancaman serius dari asteroid bernama 29075. Jika benda langit ini menabrak planet kita, dampaknya setara dengan 75 miliar ton TNT, dan para ahli memperkirakan bahwa itu dapat mengakibatkan kepunahan umat manusia.
Penutup
Sejumlah ilmuwan menemukan sesuatu pada tahun 1950, namun mereka kehilangan informasinya selama 50 tahun sebelum akhirnya menemukannya kembali.
Objek yang bernama 29075 (1950 DA) memiliki kemungkinan sangat kecil, yaitu hanya 0,0029 persen atau 1 dalam 34.500, untuk menabrak Bumi pada tanggal 16 Maret 2880.
Jika hal tersebut terjadi, objek ini akan melepaskan energi yang setara dengan 75 miliar ton TNT. Jumlah energi ini sangat besar dan dapat menghancurkan seluruh umat manusia. Hal ini seperti yang MSN laporkan.
Baca juga:










Bales ke