BeritaMedia Sosial

Serius Lawan Hoaks, Twitter Jalin Kerja Sama dengan Dua Portal Berita

Kabar baik baru saja tersiar bagi para pengguna Twitter. Menurut kabar, situs media sosial terkemuka ini akan segera bekerja sama dengan dua portal berita. Kerja sama ini terjalin demi melawan disinformasi dan juga hoaks (berita palsu) yang semakin menjamur di dunia maya.

Seperti yang kita ketahui sendiri, kemunculan dan penyebaran hoaks semakin lama semakin menggila. Twitter pun tak luput dari hal ini, hingga akhirnya respon positif muncul dari pihak Twitter sendiri.

Dalam waktu dekat, Twitter akan bekerja sama dengan Reuters dan Associated Press untuk melawan berbagai disinformasi pada situs microblogging tersebut. Kedua portal berita tadi akan memberikan konteks dan latar belakang pada suatu informasi yang memicu banyak tweet.

Pihak Twitter berharap kerja sama ini bisa menghadang penyebaran informasi palsu. Apalagi, sudah banyak sekali tekanan dari berbagai pihak agar Twitter bisa menghapus konten-konten semacam itu.

BACA JUGA:
Begini Cara Mengembalikan Akun Twitter yang kena Suspend

Kerja sama ini nantinya akan menyediakan informasi kredibel dan akurat secara cepat, saat sebuah fakta sedang menjadi perdebatan dalam situs berlogo burung tersebut.

“Rather than waiting until something goes viral, Twitter will contextualize developing discourse at pace with or in anticipation of the public conversation,” kata pihak Twitter.

Selain itu, menurut salah seorang juru bicara Twitter, ini adalah pertama kalinya situs media sosial tersebut bekerja sama secara resmi dengan organisasi yang menyiarkan berita, demi mempromosikan informasi yang akurat di situsnya.

Pada awal tahun ini sendiri, Twitter sempat merilis sebuah fitur bernama birdwatch. Fitur ini mengizinkan para relawan untuk melabeli suatu tweet yang kemungkinan tidak akurat.

BACA JUGA:
Jangan Cari Goncalo Ramos di Twitter, Mata Kamu Akan Ternodai!

Pernyataan dari Pihak Portal Berita

Twitter nantinya akan bekerja secara terpisah dengan dua agensi berita tersebut, dan akan fokus pada konten berbahasa Inggris.

Mengutip dari BBC, Hazel Baker, salah seorang pejabat Reuters, mengatakan bahwa kepercayaan, akurasi, dan ketidakberpihakan adalah “jantung dari apa yang Reuters lakukan setiap hari”. Ketiga hal tersebut juga mendorong komitmen perusahaan untuk menghentikan penyebaran informasi yang salah.

Masih dari BBC, Tom Januszewski, wakil presiden pengembangan bisnis global AP, mengatakan bahwa perusahaan berita tersebut memiliki “sejarah panjang bekerja sama dengan Twitter, bersama dengan platform lain, untuk memperluas jangkauan jurnalisme faktual”.

“Kami sangat senang memanfaatkan skala dan kecepatan AP untuk menambahkan konteks pada percakapan online, yang dapat memanfaatkan akses mudah menuju fakta,” lanjutnya.

Tak hanya bersama Twitter, Reuters dan AP juga bekerjasama dengan Facebook dalam memeriksa fakta.

BACA JUGA:
Akun Twitter Para Tokoh Petinggi Diretas, FBI Turun Tangan!

Wah, mantap ya sobat Daimers! Mimin sangat menyambut baik kolaborasi ini. Mimin yakin, dengan hadirnya kerja sama tersebut, dunia medsos akan menjadi lebih aman dan nyaman, utamanya Twitter.

Related Posts