BeritaAndroid

China Tuduh Android Melakukan Pelanggaran, Balas Dendam Huawei?

Ketegangan antara Amerika Serikat dengan China semakin menjadi-jadi, baru-baru ini China tuduh Android telah melanggar batas atas hak mereka yang seharusnya. Berdasarkan beberapa sumber termasuk Reuters, dikatakan Pemerintah China telah mempersiapkan investigasi resmi terhadap Google dan Alphabet untuk mengurus tudingan yang dimaksud tadi.

Pemerintah China menuduh Alphabet dengan landasan bahwa induk Google tersebut menyalahgunakan dominasi sistem operasi Android untuk menangkal kompetisi dari pihak lain. Sejak kapan kasus atau tuduhan ini bermula? Simak informasi lebih lanjut.

Mengenai China yang Tuduh Android Telah Melanggar

Tuduhan terkait dugaan penyalahgunaan dominasi Google sebenarnya bermula saat tahun lalu Huawei mendaftarkan laporannya ke regulator China. Sekarang beredar kabar bahwa pelaksanaan investigasi formal akan segera berlangsung dalam waktu dekat.

Sepertinya jika Google menjadi tersangka dalam kasus ini, Huawei memiliki upaya timbal balik dari apa yang telah Google lakukan kepada mereka. Pasalnya sekarang Huawei sudah benar-benar tidak bisa menggunakan satupun layanan Google, termasuk OS Android dan Play Store.

China Tuduh Android Melanggar By Teknodaim
Ilustrasi Android yang Dominasi Pasaran | Thisisglance.com

Namun perlu diketahui bahwa pelarangan yang Huawei dapatkan merupakan kebijakan yang Pemerintah Amerika Serikat terapkan, dengan terpaksa Google harus mengikutinya.

Amerika Serikat belum lama ini juga membatasi ekspor pada SMIC, raksasa chip asal China. Untuk perusahaan satu ini, SMIC terduga telah bekerjasama dengan militer China untuk pengoperasian sesuatu. Hal ini mungkin menjadi alasan yang membuat China tuduh Android melanggar haknya.

Huawei Versus Google

Huawei sendiri sekarang benar-benar tidak bisa menggunakan layanan Google sama sekali. Hal ini berdampak besar terhadap potensi kepercayaan market terhadap produk mereka. Bahkan parahnya mereka menyatakan kehilangan target pendapatan di tahun 2019 sebesar 12 Miliar USD, yang salah satu penyebab besarnya karena adanya sanksi dari Amerika Serikat.

Sebagai informasi, Google sebelumnya pernah mendapatkan tudingan memonopoli dan melalui investigasinya. Untuk dapat mempertahankan eksistensinya, Huawei sedang menyelesaikan pengembangan OS mereka mandiri yaitu Harmony OS. Sistem operasi ciptaan asli mereka sendiri ini nantinya juga dapat vendor lain gunakan sebagai alternatif.

Apakah benar Google dan induknya telah melakukan pelanggaran hak dominasi? Kita lihat saja hasil investigasinya. Mungkin kamu punya tanggapan atau prediksi tersendiri, tulis saja pada kolom komentar yang tersedia.


Sumber: Detik Inet

What's your reaction?

Related Posts