Open Source: Pengertian, Contoh, dan Kelemahannya

Suhartanti Siswanto

Suhartanti Siswanto

Pada kali ini kami akan membahan tentang open source secara lengkap. Mulai dari pengertian, contoh, kelemahan, dan kelebihannya.

Ilustrasi Open Source (trentech.id)

Ilustrasi Open Source (trentech.id)

Penggunaan software open source sangat penting dalam era ini. Pemanfaatan komputer dengan efektif juga membantu kemajuan teknologi.

Dalam menjalankan tugas-tugas sehari-hari, terutama melalui penggunaan komputer, tentu kita memerlukan berbagai sumber dan aplikasi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas topik open source secara lebih mendalam. Kita akan melihat pengertian, jenis-jenis, dan memberikan contoh penerapannya dalam berbagai aplikasi.

Pengertian Open Source

Open Source adalah suatu konsep yang memungkinkan software dan aplikasi dapat orang-orang gunakan secara bebas tanpa harus membayar atau meminta izin kepada pembuatnya. Selain itu, dapat dengan bebas untuk dilihat, digunakan, dan dikembangkan.

Open Source: Pengertian, Contoh, dan Kelemahannya
Ilustrasi Brainware yang Menggunakan Software Open Source (institute.aljazeera.net)

Dengan memiliki akses yang terbuka, pengguna bisa memanfaatkan program atau aplikasi tersebut secara optimal untuk membuat pengembangan baru yang berbeda.

Fungsi Open Source

Salah satu manfaat dari open source adalah dapat mengurangi jumlah pembajakan yang ada, seperti aplikasi bajakan atau crack, yang dapat menyebabkan kerugian bagi para pengembang aplikasi.

Selain itu, open source berfungsi sebagai sumber acuan untuk pembuatan atau pengembangan program.

Sistem operasi dan aplikasi open source dapat kita akses melalui lisensi GNU (General Public License) yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mempelajari dan mengembangkan software dan fiturnya.

BACA JUGA:

Kelebihan

1. Tersedia secara gratis

Tidak ada kebutuhan untuk mengeluarkan uang ketika ingin menikmati aplikasi ini karena siapa pun dapat menggunakan, mengembangkan, dan mendistribusikannya.

Jika kamu ingin meningkatkan fitur dengan lebih lengkap, kamu hanya perlu membayar biaya. Biaya tersebut juga lebih terjangkau daripada yang closed source tawarkan.

2. Bebas dalam Penggunaan

Dalam aplikasi open source, hak cipta tidak memiliki perlindungan secara eksklusif, sehingga pengguna dapat mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk jika ingin melakukan pembelian untuk menambahkan fitur-fitur tambahan.

BACA JUGA:  Spotify Hadirkan Fitur AI Playlist, Buat Playlist Favoritmu dengan Mudah!

Semua orang yang menggunakan aplikasi dapat terus-menerus meningkatkannya, baik dengan menambahkan fitur baru maupun memperbaiki kinerjanya.

Kelemahan

Namun, ada beberapa kelemahan pada Open Source yang perlu kamu perhatikan, yaitu sebagai berikut:

1. Penggunaannya Sulit

Pemula membutuhkan waktu untuk belajar menggunakan aplikasi open source karena tidak semua orang dapat dengan mudah menggunakannya.

Seperti halnya dengan Microsoft Office dan Open Office, kedua program ini memiliki fungsi yang serupa. Namun, perlu kamu ingat bahwa mereka memiliki fitur yang berbeda, sehingga penting untuk mempelajari Open Office terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

2. Tampilan Tidak User Friendly

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, untuk dapat menggunakan aplikasi ini dengan efektif, kamu perlu memiliki pemahaman yang lebih mendalam. Penggunaan langsung dari aplikasi ini cukup rumit, sehingga memerlukan waktu untuk memahami fitur yang sulit jika kita bandingkan dengan aplikasi Office pada umumnya.

Contoh Sistem Operasi Open Source

Sistem operasi yang kita gunakan seringkali mempengaruhi kemampuan penggunaan aplikasi. Penggunaan sistem operasi juga dapat mempengaruhi kinerja komputer. Ada banyak contoh sistem operasi yang tersedia secara gratis atau dengan dukungan open souce. Berikut adalah beberapa contohnya:

Sistem Operasi Linux adalah sebuah sistem operasi yang siapa pun dapat menggunakannya secara gratis. Sistem operasi ini berbasis open souce, sehingga fitur-fitur yang ada dapat kamu manfaatkan tanpa perlu membayar.

Pada tahun 1991, Linus Torvalds menciptakan sistem operasi ini. Sistem operasi ini bisa kamu gunakan di berbagai jenis komputer, seperti desktop dan konsol game seperti PlayStation 2 dan PlayStation 3.

Di samping itu, OS ini juga bisa kamu gunakan di superkomputer, router, dan ponsel. Contoh dari sistem operasi Linux adalah Debian, Ubuntu, Fedora, Redhat, dan lain-lain.

UNIX adalah sistem operasi sumber terbuka yang pertama kali dikembangkan pada tahun 1965. Ia memiliki kemampuan portabel dan multitasking yang berguna bagi pengguna.

UNIX memungkinkan pengguna untuk melakukan multitasking karena sistem operasinya mendukung eksekusi banyak proses secara bersamaan. Selain itu, kelebihan dari UNIX adalah kemampuannya yang dapat kamu jalankan di berbagai jenis komputer.

BACA JUGA:  YouTube Music Dekstop Merilis Fitur Mendengarkan Musik Offline

Open source ini bisa digunakan oleh banyak pengguna. Linux juga mengembangkan sistem operasi UNIX dalam proses pengembangannya.

Namun, UNIX juga memiliki beberapa kelemahan seperti sulitnya penggunaan bagi pengguna biasa dan tampilan yang kurang menarik. Selain itu, sistem operasi ini menggunakan banyak ruang memori yang cukup besar.

Contoh Software atau Aplikasi Open Source

Banyak aplikasi yang dapat kamu gunakan secara gratis tanpa perlu membayar kepada pengembang maupun open source.

Mozilla Firefox adalah peramban yang Mozilla rancang untuk mengakses internet. Meskipun antarmukanya sederhana, peramban ini memiliki kecepatan yang lebih tinggi jika kita bandingkan dengan yang lain. Dalam hal keamanan, aplikasi ini menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi jika bandingkan dengan peramban web lainnya.

GIMP, atau GNU Image Manipulation Program, adalah sebuah aplikasi yang memiliki kegunaan untuk mengolah grafis Bitmap. Aplikasi ini memiliki berbagai fungsi, seperti pembuatan logo, pengubahan ukuran foto, dan penggabungan beberapa foto menjadi satu.

Libre Office adalah salah satu contoh aplikasi sumber terbuka yang dapat kamu gunakan untuk keperluan perkantoran. Pada tahun 2010, aplikasi ini dirilis oleh OpenOffice.org.

LibreOffice menyediakan berbagai komponen seperti penulis, kalkulator, presentasi, basis data, matematika, dan penggambaran. Selain itu, kamu dapat menggunakan aplikasi ini baik di perangkat 32 bit maupun 64 bit.

VLC Media Player adalah sebuah aplikasi multimedia yang berguna untuk memutar berbagai jenis file, seperti MPEG, DivX, dan lain-lain.

Ada pula fitur tambahan lain yang dapat kamu gunakan, contohnya adalah kemampuan untuk mengonversi dan menyaring video. Selain itu, pengguna juga dapat menikmati pengalaman menonton video yang lebih mendalam dengan pemutaran video hingga 360 derajat.

FileZilla adalah sebuah software yang berguna untuk melakukan pengunduhan dan pengunggahan file dari server. Aplikasi ini termasuk dalam kategori FTP (File Transfer Protocol) yang dapat memastikan transmisi data yang aman dan terorganisir.

Aplikasi ini umumnya disarankan untuk pemula karena memiliki sifat yang terbuka dan juga mudah digunakan. Sistem operasi ini juga memungkinkan pengguna untuk menginstal aplikasi, seperti halnya Mac, Windows, dan Linux.

BACA JUGA:  Daftar Update HP Xiaomi yang Tidak Lagi Dapat Dukungan Terbaru 2023

Perbedaan Open Source dan Closed Source

Jika kita lihat dari beberapa sudut pandang, terdapat perbedaan antara aplikasi open source dan closed source, seperti:

Dalam hal fungsionalitas, aplikasi open source memiliki tingkat kegunaan yang tinggi karena memiliki dokumentasi yang lebih terperinci dan disampaikan dengan baik.

Di samping itu, pihak lain dapat meningkatkan aplikasi dengan menggunakan berbagai mekanisme. Pada dasarnya, aplikasi yang memiliki fitur closed source tidak cocok untuk melakukan perubahan atau penambahan kode dalam souce code yang sudah ada.

Informasi Mengenai Harga

Aplikasi open source memiliki harga yang lebih terjangkau daripada aplikasi yang lain. Namun, ada beberapa batasan dalam penggunaan aplikasi open source ini.

Aplikasi ini dapat kamu gunakan sebagai bantuan dalam proses implementasi dan pengembangan proyek, baik dari segi proyeknya maupun teknisnya.

Tidak sama dengan kursus tertutup, harga kursus terbuka bervariasi tergantung pada fitur dan layanan yang kamu inginkan. Biaya yang harus kamu bayar umumnya mencakup integrasi dan biaya layanan.

Tidak dapat dipastikan apakah biaya tersebut akan melebihi perkiraan sebelumnya, karena hal itu tergantung pada sejauh mana aplikasi berfungsi dengan baik.

Keamanan aplikasi closed source lebih fokus pada internal dan hanya pengembang atau vendor yang memiliki kemampuan untuk memperbaikinya. Jika terjadi kesalahan, kamu harus meminta izin kepada pihak berwenang untuk mendapatkan aksesnya.

Dalam hal lain, aplikasi atau sistem open source memiliki sifat yang terbuka karena dapat diakses, dilihat, dan dikembangkan oleh siapa saja.

Karena itu, keduanya memiliki tingkat keamanan yang berbeda sehingga kamu dapat menilainya berdasarkan karakteristiknya dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kamu jika kamu ingin menggunakan aplikasi open source atau aplikasi closed source.

Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, open source merujuk pada fitur atau aplikasi yang dapat kita gunakan secara gratis oleh semua pengguna tanpa perlu izin dari pembuat atau pengembangnya.

Ada banyak variasi aplikasi open source yang tersedia, serta sistem operasi seperti Linux dan UNIX yang dapat digunakan secara gratis.

Kehadiran aplikasi open source bisa mengurangi jumlah pembajakan yang ada dan sangat berguna sebagai referensi untuk membuat atau mengembangkan program tertentu.

aplikasiKomputerOpen SourceSistem OperasiSoftware

Related Posts