Produk SSD Eksternal SanDisk Extreme Pro telah menjadi sorotan utama dalam dunia teknologi karena sering dilaporkan mengalami kerusakan tiba-tiba dan menyebabkan hilangnya data pengguna yang disimpan di dalamnya.
Insiden ini menghasilkan tuntutan hukum class action terhadap Western Digital yang merupakan pemilik SanDisk. Tuntutan tersebut diajukan oleh seorang warga California bernama Nathan Krum.
Baca Juga:
- 10 Rekomendasi SSD NVME M.2 Gaming Terbaik 2023
- 5 Laptop dengan SSD Terbaik pada Harga 3 Jutaan
- 3 Cara Membuat Partisi Storage di HDD atau SSD
- Mengenal Jenis-Jenis SSD dan Semua Perbedaannya
- 7 SSD Murah yang Memiliki Performa Baik dan Berkualitas
Pengguna SSD Eksternal SanDisk Gugat Western Digital

Dalam gugatan itu, Krum mengklaim bahwa Western Digital tidak mengakui adanya masalah pada SSD portabel SanDisk Extreme Pro yang bisa berdampak buruk bagi orang yang ingin membeli produk itu.
Western Digital tidak memberi tahu pelanggannya dan pengecer yang telah membeli drive ini, atau yang akan membelinya nanti, bahwa ada risiko besar kehilangan data,” kata Krum dalam dokumen gugatan.
Saya juga mengatakan bahwa bukannya mengakui masalah, Western Digital justru berusaha menjual produk yang bermasalah dengan memberikan diskon harga.
Menurut informasi dari TechSpot pada hari Senin (28/8/2023), Krum mengajukan tuntutan pengadilan dan meminta ganti rugi sebesar 5 juta dollar AS atau sekitar Rp 76,6 miliar untuk para pihak yang dia wakili.
Berpotensi kehilangan data
Banyak pengguna mengeluh tentang produk SSD portable SanDisk Extreme Pro yang rentan kehilangan data sekitar bulan Mei tahun ini. Keluhan ini muncul di berbagai forum online seperti Reddit dan forum resmi SanDisk.
Tanda-tandanya, SSD tiba-tiba tidak dapat terbaca ketika terhubung ke komputer. Informasi yang ada di dalamnya pun menjadi tidak dapat terbaca.
Setelah pengguna menukar produk yang bermasalah, masalah yang serupa dilaporkan kembali muncul di unit penggantinya. Media outlet The Verge mengalami kehilangan data video sebesar 3 TB pada unit pengganti SSD Eksternal SanDisk Extreme Pro yang ternyata masih memiliki masalah.
Pada akhir bulan Mei, Western Digital mengumumkan bahwa mereka telah menemukan masalah yang menyebabkan komputer tidak dapat mengenali SSD portabel, dan mereka telah menyertakan perbaikan untuk masalah tersebut dalam update firmware untuk produk SanDisk Extreme, Extreme Pro, dan WD Mypassport yang terkena dampak.
Namun, pengguna terus melaporkan kehilangan data meskipun mereka sudah menginstal pembaruan firmware.
Mungkin, masalah ini hanya akan mempengaruhi SSD portabel SanDisk dan WD yang berasal dari produksi batch tertentu saja.
Techspot melaporkan bahwa banyak pengguna SanDisk Extreme Pro dengan kapasitas 2 TB dan 4 TB, serta SSD portabel WD My Passport yang diproduksi setelah November tahun lalu mengeluh kehilangan data mereka.
Saya telah menghubungi perwakilan Western Digital di Indonesia pekan lalu untuk mendapatkan klarifikasi mengenai isu tersebut. Namun, sampai saat ini saya belum menerima jawaban.
Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang pengguna yang menggugat Western Digital karena SSD Eksternal SanDisk yang mengalami masalah.



Bales ke