Teknodaim

    Hukum Moore Kini Berlaku Setiap Tiga Tahun, Apa yang Terjadi?

    Berdasarkan pernyataan Pat Gelsinger kalau hukum Moore sekarang ini berlaku setiap tiga tahun. Penasaran nggak, sebenarnya Hukum Moore itu apa, sih? Yuk, langsung saja simak informasi berikut ini!

    Ilustrasi Hukum Moore (rizal808.blogspot.com)

    Ilustrasi Hukum Moore (rizal808.blogspot.com)

    Menurut Pat Gelsinger, CEO Intel, hukum Moore sekarang berlaku setiap tiga tahun. Ini berarti perkembangan industri semikonduktor saat ini lebih lambat satu tahun dari sebelumnya.

    Gelsinger mengungkapkan pernyataan tersebut saat menghadiri suatu acara di kampus Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat pada hari Jumat, tanggal 22 Desember 2023.

    Hukum Moore Kini Berlaku Setiap Tiga Tahun, Apa yang Terjadi?
    Ilustrasi Hukum Moore (zilenial.com)

    Baca Juga:

    Prediksi Kematian Hukum Moore

    Hukum Moore merupakan sebuah prinsip yang diperkenalkan oleh salah satu pendiri perusahaan Intel, yaitu Gordon Moore pada tahun 1965. Menurut hukum ini, jumlah transistor yang terdapat dalam sirkuit terpadu (chip) akan meningkat dua kali lipat setiap tahun. Namun, pada tahun 1975, prinsip ini ada perubahan menjadi meningkat dua kali lipat setiap dua tahun.

    Ketika ada pertanyaan tentang keabsahan hukum tersebut yang semakin tidak relevan, Gelsinger menyatakan bahwa prediksi kematian hukum Moore telah terdengar selama 3-4 dekade terakhir. Hal ini karena semakin sulitnya teknologi untuk memenuhi hukum tersebut. Meskipun demikian, ia tetap menegaskan bahwa hukum Moore hanya melambat.

    BACA JUGA:  Sengit, Petarungan Perebutan Hak Paten Antara Apple VS Masimo

    Menurut produsen terkemuka prosesor Intel, kita tidak lagi berada di masa kejayaan hukum Moore. Sekarang, semuanya jauh lebih sulit, sehingga kemungkinan akan meningkat dua kali lipat setiap tiga tahun.

    Klaim CEO Intel Mengenai Penciptaan Chip

    Meskipun mengalami perlambatan, Gelsinger, CEO Intel, mengklaim bahwa pada tahun 2030 Intel dapat menciptakan chip dengan 1 triliun transistor. Jumlah ini jauh lebih besar daripada chip terbesar saat ini yang hanya mampu menampung sekitar 100 miliar transistor.

    Intel akan menggunakan transistor RibbonFET, penghantar daya PowerVIA, pemrosesan generasi baru, dan chip stacking 3D untuk mencapai tujuan mereka dalam menciptakan chip dengan 1 triliun transistor.

    Hukum Moore telah terbukti akurat selama bertahun-tahun, tapi dalam beberapa tahun terakhir, industri semikonduktor memang agak tertinggal jika kita lihat dari hukum Moore. Beberapa orang, termasuk CEO Nvidia, Jensen Huang, telah menyatakan bahwa hukum tersebut sudah tidak berlaku lagi.

    Dalam waktu yang sama, Gelsinger, setelah menjadi CEO Intel pada tahun 2021, dengan tegas menyatakan bahwa hukum Moore akan terus berlaku. Dia juga berani mengklaim bahwa Intel dapat melampaui batas kecepatan hukum tersebut setidaknya hingga tahun 2031.

    BACA JUGA:  WhatsAp Rilis Fitur Pin Pesan, Bikin Praktis dalam Berkomunikasi

    Gelsinger juga mengadvokasi prinsip Super Moore, yang merupakan strategi untuk meningkatkan jumlah transistor dengan menggunakan teknologi chip 2.5D dan 3D. Intel juga sering menyebutnya sebagai Moore’s Law 2.0, seperti yang KompasTekno laporkan oleh dari Toms Hardware, pada hari Kamis (28/12/2023).

    Pada edisi 19 April 1965, Majalah Electronics mempublikasikan hasil pengamatan Dr. Gordon Moore, salah satu pendiri Intel Corp. Pengamatan ini populer dengan istilah Hukum Moore dan masih menjadi salah satu hukum terkenal dalam industri mikroprosesor hingga saat ini.

    Sebenarnya, Apa Itu Hukum Moore?

    Hukum Moore adalah acuan penting dalam industri semikonduktor. Pada tanggal 19 April 1965, Gordon E. Moore menulis sebuah artikel di majalah Electronics yang memprediksi bahwa jumlah transistor dalam integrated circuit (inti chip) akan mengalami peningkatan dua kali lipat setiap tahun.

    Kemudian, pada tahun 1975, dia mengalikannya dua kali lipat setiap dua tahun. Saat membuat artikel tersebut, Moore sedang menjabat sebagai kepala riset di Fairchild Semiconductor. Kemudian, dia bersama-sama mendirikan Intel yang sekarang telah menjadi perusahaan chip terbesar.

    Prediksi yang kemudian terkenal sebagai hukum Moore yang mana telah terbukti akurat selama bertahun-tahun berikutnya.

    Seperti menjadi kesepakatan yang tidak tertulis, hukum tersebut berguna sebagai panduan oleh industri semikonduktor dalam menetapkan tujuan riset dan pengembangan.

    BACA JUGA:  Acer Rilis Laptop Gaming Terbaru, Predator Triton 16 dengan Prosesor Intel Gen 13 dan Nvidia RTX 4070

    Kemampuan berbagai jenis perangkat elektronik terkait erat dengan prinsip Moore, yang mencakup harga mikroprosesor, kapasitas memori, dan bahkan ukuran piksel pada kamera digital.

    Penutup

    Seiring dengan peningkatan kinerja yang diharapkan dari pertambahan jumlah transistor menurut prediksi Moore, komputer juga semakin canggih dari tahun ke tahun. Kemudian, terdapat berbagai inovasi baru seperti perangkat yang dapat kita pakai (wearable device) dan kota pintar (smart city).

    Namun, pada akhirnya hukum Moore akan mencapai batas yang tidak dapat dilampaui. Penyempurnaan performa komputer telah dilakukan dengan menambah jumlah transistor melalui pengurangan ukuran transistor tersebut, sehingga dapat memuat lebih banyak dalam area yang sama.

    Beberapa waktu yang lalu, Michio Kaku, seorang ahli fisika, mengatakan bahwa akan ada suatu batasan di mana bahan silikon yang digunakan untuk membuat transistor atau bahan pengganti lainnya tidak dapat dikurangi ukurannya lebih lanjut.

    Moore, ketika masih hidup, tidak menutup diri terhadap kemungkinan bahwa dalil yang telah ada selama beberapa dekade bisa jatuh. Pembuat hukum Moore telah meninggal dunia pada tanggal 24 Maret 2023 di Amerika Serikat, pada usia 94 tahun.

    Baca Juga:

    Related Posts