Google Rilis Pembaruan SEO Baru untuk Melawan Situs-situs Spam di Daftar Pencarian

Google telah merilis update yang menciptakan sistem Optimasi Mesin Pencari (SEO) yang baru dan menghapus situs spam dari hasil pencarian.

Internet
1407799223 1 advanced webmaster tools should using better seo
Komentar

Google telah merilis update yang menciptakan sistem Optimasi Mesin Pencari (SEO) yang baru dan menghapus situs spam dari hasil pencarian.

Google mengambil langkah ini untuk menargetkan industri SEO yang telah merusak kualitas hasil pencarian di Google Search.

Hal ini terjadi karena ketika konsumen mencari produk, ulasan, penawaran, atau diskon. Mereka sering kali mendapatkan situs web berkualitas rendah atau spam yang tidak memberikan ulasan ahli atau promosi sesuai dengan yang dijanjikan, meskipun situs tersebut mendapatkan peringkat tinggi dalam daftar pencarian.

Google mengumumkan bahwa mereka akan melakukan perubahan pada sistem pencarian mereka yang terbaru.

Baca Juga: Google Wallet, Dompet Digital untuk Kemudahan Transaksi Online

Google Umumkan Sistem SEO yang Baru

google seo
Google Rilis Pembaruan SEO Baru untuk Melawan Situs-situs Spam di Daftar Pencarian 3

Google mengumumkan pada hari Selasa (5/3) bahwa mereka akan melakukan pembaruan terhadap kualitas hasil penelusuran. Pembaruan ini akan berfokus pada meningkatkan peringkat kualitas situs web dan juga memperbarui kebijakan spam dari Google Search.

Oleh karena itu, langkah baru yang Google ambil akan memperhatikan kebutuhan untuk menghapus konten yang kurang berkualitas dari hasil pencarian. Misalnya, situs web yang telah kedaluwarsa dan tergunakan kembali sebagai tempat penyimpanan spam oleh pemilik baru, serta spam berita tentang kematian.

Google telah melakukan perbaikan pada algoritma mereka dalam sistem peringkat inti. Memastikan bahwa informasi yang tampil di web adalah yang paling berguna dan mengurangi konten yang tidak asli dalam hasil penelusuran.

“Kami telah melakukan perbaikan pada kebijakan spam kami agar dapat mencegah konten-konten berkualitas rendah muncul dalam hasil pencarian, seperti situs web yang sudah tidak aktif yang kemudian jadi tempat penyimpanan spam oleh pemilik baru dan juga spam berita yang berkaitan dengan kematian.”

Dalam rangka meningkatkan sistem peringkat Google secara keseluruhan, pembaruan ini bertujuan untuk menurunkan peringkat halaman web yang lebih fokus pada kebutuhan mesin pencari daripada pengalaman pengguna manusia.

Ini berarti bahwa situs-situs yang memberikan pengalaman pengguna yang tidak baik atau tampaknya hanya terancang untuk memenuhi permintaan pencarian yang sangat spesifik akan mengalami konsekuensi negatifnya.

Pembaruan Sistem

Menurut laporan Tech Crunch, Google memprediksi bahwa dengan adanya pembaruan ini dan berbagai upaya sebelumnya, akan dapat mengurangi konten yang kurang berkualitas dan tidak asli sebanyak 40 persen.

Walaupun di dalam pembaruan sistem terbarunya Google tidak secara langsung menyebut istilah “kecerdasan buatan” atau “AI”. Namun, informasi lengkapnya dapat muncul di postingan di Search Central.

Perusahaan menguraikan pengaruh teknologi terbaru ini di internet dengan menjelaskan bahwa cara pembuatan konten dalam jumlah besar sering kali menggunakan otomatisasi. Karena teknologi ini sangat canggih, seringkali tidak jelas apakah konten tersebut dibuat oleh manusia, melibatkan otomatisasi, atau keduanya.

Oleh karena itu, Google akan memusatkan perhatian pada perilaku yang menyalahgunakan dalam pembuatan konten dalam skala besar. Tujaunnya untuk meningkatkan peringkat hasil pencarian, tanpa memperdulikan bagaimana situs tersebut terbuat.

Hal ini dapat berdampak pada halaman web yang mengaku menyediakan jawaban untuk pertanyaan pencarian populer. Tetapi pada kenyataannya tidak memberikan banyak manfaat bagi pengguna.

Baca Juga: Google Jamboard, Inovasi Teknologi dalam Mendukung Pendidikan

Pembaruan SEO Baru akan Meningkatkan Konten Kurang Berkualitas

Berdasarkan penjelasan oleh juru bicara Jennifer Kutz, peningkatan peringkat ini akan secara langsung mengatasi konten hasil kecerdasan buatan (AI) yang kurang berkualitas. Serta hanya bertujuan untuk menarik perhatian, tetapi tidak memberikan nilai orisinil yang signifikan.

Pembaruan ini juga bertujuan untuk menangani jenis konten lain yang mungkin hasil buatan manusia namun tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi pengguna. Tujuan utamanya adalah mengurangi jumlah halaman yang dianggap tidak memuaskan dan tidak memiliki konten asli.

Maka, kebijakan mengenai penyalahgunaan konten ini akan terfokus pada konten hasil manusia, kecerdasan buatan generatif, atau metode otomatis lainnya.

Pembaruan Google juga akan mengatasi masalah penggunaan situs dengan reputasi yang buruk, yaitu ketika sebuah situs web yang biasanya memiliki konten yang baik, namun juga menyediakan konten berkualitas rendah dari pihak ketiga di dalam domain mereka. Hal ini bertujuan untuk membingungkan pengguna dan memanfaatkan reputasi baik dari situs tersebut.

Perusahaan ini menunjukkan contoh bagaimana sebuah platform pendidikan online dapat mencakup ulasan pinjaman gaji untuk meningkatkan peringkat mereka. Namun, kita juga dapat membayangkan bahwa ini dapat berdampak negatif pada banyak platform ulasan produk yang seolah-olah tidak lagi melakukan pengujian langsung yang sebenarnya, melainkan hanya berpura-pura melakukannya.

Selain itu, apabila Google mampu menyelesaikan permasalahan mengenai kualitas pencariannya, hal tersebut akan memiliki pengaruh yang besar terhadap cara pandang konsumen terhadap kegunaan Google Search. Hal ini semakin menjadi perhatian banyak orang setelah perkembangan kecerdasan buatan.

Google memberitahukan bahwa mereka akan mengumumkan kebijakannya dua bulan sebelum mereka memberlakukan, tepatnya pada tanggal 5 Mei 2024. Masa tersebut diberikan kepada pemilik situs agar mereka dapat melakukan perubahan yang diperlukan.

Baca Juga: 10 Produk Google yang Mengubah Cara Hidup Banyak Orang

Lanjut baca

Hawaiian Airlines Menjadi Maskapai AS Pertama yang Memiliki Wifi Starlink

Hawaiian Airlines menjadi maskapai penerbangan komersial Amerika Serikat pertama yang memiliki layanan WiFi Starlink di pesawat komersial.

Baca selengkapnya