Kementerian Pertahanan Inggris (MOD) telah memperlihatkan video senjata terbaru mereka yang menggunakan teknologi laser penghancur drone yang bernama DragonFire. Dalam video tersebut, sebuah senjata menggunakan laser atau senjata energi terarah laser (LDEW) berhasil menyerang target yang berada di udara saat uji coba di Pesisir Skotlandia pada bulan Januari yang lalu.
Video tersebut menampilkan keahlian senjata laser dan MOD percaya bahwa senjata tersebut memiliki potensi untuk mengubah kapabilitas pertahanan Inggris.
Dalam pernyataannya pada bulan Januari yang lalu, Kementerian Pertahanan (MOD) menyatakan bahwa senjata ini memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Bahkan, senjata ini dapat dengan tepat menembak koin kecil dari jarak 1 kilometer. Namun, MOD tetap merahasiakan jarak maksimal yang dapat senjata laser ini capai.

DragonFire untuk Menghancurkan Drone
Selain memiliki tingkat akurasi yang tinggi, DragonFire juga terkenal karena efisiensinya daripada dengan sistem pertahanan udara lainnya. Biaya untuk setiap tembakan laser hanya sebesar USD 13. Sebagai perbandingan, misil pertahanan udara yang umum berfungsi saat ini membutuhkan biaya jutaan dolar untuk setiap misilnya.
MOD juga menampilkan sebuah animasi yang menggambarkan situasi di mana DragonFire telah kapal perang Angkatan Laut Royal gunakan untuk menyerang kapal kecil serta tiga drone. Akibat serangan tersebut, satu drone meledak dan dua drone mengalami kerusakan pada sistem kendalinya.
DragonFire Memiliki Pertahanan Udara yang unggul
Menurut MOD, DragonFire memiliki kemampuan pertahanan udara di garis depan yang dapat memberikan keuntungan operasional yang signifikan. Selain itu, DragonFire juga dapat mengurangi biaya amunisi dan risiko kerusakan tambahan.
DragonFire sebagai solusi yang efektif dalam melawan serangan drone. Hal ini karena penggunaan drone yang semakin meningkat dalam melancarkan serangan dan melakukan pemantauan posisi musuh, seperti yang terjadi dalam konflik di Ukraina saat ini.
Namun, menurut para analis, DragonFire memiliki kelemahan yaitu belum diketahui seberapa efektifnya saat digunakan dalam kondisi cuaca yang berawan.
Baca juga:








Bales ke