BeritaHardware

Pesanan Kirin 9000 dari Huawei Hanya Bisa Dikirim Sebanyak Ini!

Mungkin banyak yang mengira bahwa Chipset Kirin yang Huawei gunakan adalah produksi mereka sendiri, padahal nyatanya tidak seperti itu. Produsen asal China tersebut sebenarnya menerima kiriman atas pesanan mereka dari TSMC sebagai suplier Chipset Kirin Series. TSMC sendiri adalah salah satu pembuat chip terbaik dunia, sekarang TSMC hanya bisa kirim Stok Kirin 9000 secara terbatas.

TSMC merupakan salah satu perusahaan Taiwan yang menggunakan teknologi Amerika Serikat. Dengan demikian kerjasama bisnis TSMC dan Huawei tidak lama lagi akan berakhir. Untuk penyelesaian akhir, TSM hanya memiliki waktu sampai tanggal 15 September untuk menyelesaikan transaksi bisnis dengan Huawei.

Nasib Kirin 9000

File Photo: The U.s. Flag And A Smartphone With The Huawei And 5g Network Logo Are Seen On A Pc Motherboard In This Illustratio
Ilustarsi Huawei verus AS | Deccanherald.com

Kirin Series sejatinya merupakan chip andalan Huawei, namun karena sudah ada batas yang Amerika Serikat berikan kepada TSMC, maka pasokan yang diterima tidak bisa mencapai target. Dari yang tadinya ada 15 juta pesanan, TSMC hanya mampu mengirim sebanyak 8.8 juta chip saja.

Jumlah yang terpapar soal TSMC yang hanya kirim Stok Kirin 9000 tidak mencapai 10 juta itu hampir dua kali lipat potongan pesanan asinya. Sementara dari kedua pihak yang akan mengakhiri kolaborasinya itu, tidak ada konfirmasi dan respon untuk disampaikan ke publik.

Namun belum lama ini, Yu Chengdong selaku CEO bisnis konsumen Huawei mengatakan bahwa Mate 40 sepertinya akan menjadi perangkat terakhir mereka yang menggunakan chipset Kirin dari TSMC. Sebenarnya kabar atau berita ini sudah bermunculan beberapa kali sebelumnya.

TSMC Stop Kirim Stok Kirin 9000

Dengan adanya larangan resmi dari Amerika Serikat, semua perusahaan yang menggunakan teknologi berbasis Amerika Serikat harus memutus hubungannya dengan Huawei. Tentu hal ini merupakan sesuatu yang menyedihkan, padahal TSMC baru saja akan menyentuh rana pabrikasi 5 nanometer untuk produksi chipset.

Perlu diketahui bahwa semakin kecil inti proses teknologi, maka harganya juga akan jauh lebih mahal daripada proses 7 nanometer apalagi yang sebelumnya. Mungkin saja, produsen Huawei bisa menemukan solusinya dengan mencari alternatif.

Salah satu cara yang mereka bisa lakukan adalah bekerjasama dengan pembuat chip yang tidak menggunakan teknologi Amerika Serikat. Namun yang pastinya jadi pertanyaan adalah, apakah kualitasnya mampu memenuhi ekspetasi atau tidak.

Apakah Huawei mampu keluar dari masalah besar mereka soal teknologi chipset? Coba tulis prediksi atau tanggapan kamu pada kolom komentar.


Related Posts