Jika selama ini Samsung hanya dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi ponsel saja, mungkin di masa-masa mendatang bakal berbeda. Pasalnya Samsung pertaruhkan 1.619 Triliun untuk berinvestasi di bisnis komponen elektronik kecil.
Jika selama ini mereka hanya berurusan dengan produksi ponsel, kulkas, dan mesin cuci, saat ini mereka sudah mulai ikut bergelut di dunia produksi Chipset atau Prosesor ponsel. Wah kayaknya brand Korea Selatan ini bakal kasih kejutan?
Mengenai Chipset Samsung
Seperti yang sudah dituliskan tadi, Samsung tidak main-main untuk ikut bergelut di dunia produksi Chipset. Mereka mengucurkan dana mencapai 116 Miliar USD loh, kalau dalam kurs IDR sekitar 1.619 Triliun Rupiah, gelut dengan Qualcomm.
Nominal tersebut adalah dana yang mereka gunakan selama satu dekade terakhir untuk memperkecil ukuran transistor yang dipakai dalam chip, menggunakan proses bernama Extreme Ultraviolet Lithography atau bisa disebut dengan EUV.

Dari data yang tercatat, Samsung 18% dibanding Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) di pangsa pasar Chipset. Sebagai informasi, TSMC adalah penyokong perusahaan raksasa seperti Google dan Qualcomm.
Mereka juga mengambil alih produksi chip A milik Apple dari Samsung. Itulah sebabnya Samsung menggulirkan dana 10 Miliar USD setiap tahunnya untuk peralatan, penelitian dan pengembangan, selama satu dekade ke depan.
Penutupan
Dari sini kita tau bahwa Samsung pertaruhkan 1.619 Triliun yang dimaksud adalah untuk ikut dalam lingkup perbisnisan investasi.
Oh iya, mereka juga mengirimkan para ekskutifnya untuk berkunjung ke kota-kota seperti San Jose, Munich, sampai Shanghai, untuk memamerkan dan bernegosiasi dengan perusahaan yang berpotensi dijadikan konsumen mereka.
TSMC dan Samsung di prediksi bisa mencapai proses pabrikasi 5nm pada tahun 2020 mendatang. Kalau menurut kamu gimana, ada tanggapan? Tulis di bawah ya.
Sumber: Detik Inet




Bales ke