Presiden Prancis Ubah Nomor HP Setelah Jadi Target Spyware Pegasus

Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan telah mengganti nomor teleponnya. Hal ini terjadi setelah adanya kabar bahwa ia termasuk salah satu di antara sekian banyak politisi, jurnalis, dan aktivis HAM yang menjadi target spyware Pegasus.

BeritaSoftware
Emmanuel Macron, Salah Satu Target Spyware Pegasus
Komentar

Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan telah mengganti nomor teleponnya. Hal ini terjadi setelah adanya kabar bahwa ia termasuk salah satu di antara sekian banyak politisi, jurnalis, dan aktivis HAM yang menjadi target spyware Pegasus.

Le Monde melaporkan minggu ini bahwa Emmanuel Macron dan 14 menteri Prancis telah mendapat peringatan. Menurut kabar, mereka berpotensi menjadi target pengawasan negara Maroko. Meski begitu, otoritas negara Maroko telah memberikan sanggahan dan bersikeras menyangkal tuduhan tersebut, mengacu pada pemberitaan BBC.

Spyware Pegasus sendiri mengizinkan penggunanya untuk menyadap pesan, foto, hingga surel dari perangkat iOS dan Android. Ia juga bisa merekam panggilan, bahkan bisa menyalakan mikrofon beserta kamera secara rahasia.

Tidak jelas apakah Pegasus pernah terpasang di ponsel sang Presiden. Namun, namanya masuk dalam daftar 50.000 kontak yang menjadi target para klien NSO Group, sejak 2016 menurut BBC.

Penyangkalan NSO Group dan Target Pegasus yang Lain

Melansir dari Nypost, beberapa waktu yang lalu salah satu pejabat NSO Group, Haim Gelfand berkata kepada i24News — sebuah saluran televisi yang berbasis di kota Tel Aviv, Israel — bahwa Emmanuel Macron bukanlah salah satu target.

Laporan lainnya menyebutkan nama-nama pemimpin dari berbagai negara. Ada nama presiden Irak Baram Salih, presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, serta perdana menteri Pakistan, Mesir, dan Maroko.

Sebuah investigasi dari Washington Post dan beberapa media partner menemukan bahwa 23 ponsel memiliki tanda bahwa mereka telah diretas. Ada juga 14 ponsel lainnya yang menunjukkan tanda percobaan peretasan dengan menggunakan Pegasus.

Perangkat pengintai ini bisa datang melalui pesan teks, di dalamnya ada sebuah tautan yang berfungsi untuk menjebak target. Saking canggihnya, terkadang tanpa perlu kita klik pun, spyware ini masih mampu untuk menginfeksi ponsel. Setelah terpasang, Pegasus bisa mulai melaksanakan tugasnya untuk mengintai setiap aktivitas pengguna perangkat.

Otoritas di Hungaria, Israel, dan Aljazair telah memulai investigasi perihal penggunaan Pegasus. Mereka melakukan ini untuk menentukan apakah penyalahgunaan program tersebut telah terjadi atau tidak.

NSO Group — yang telah menyangkal penyalahgunaan ini — menyatakan bahwa program tersebut ada untuk melawan kriminalitas dan terorisme. Pegasus juga hanya tersedia untuk untuk lembaga militer, penegakan hukum, dan agen intelijen di negara-negara dengan catatan penegakan HAM yang baik, menurut BBC.

Perusahaan teknologi swasta tersebut menyatkaan bahwa mereka tidak secara rutin menginvestigasi siapa saja yang menjadi target. Akan tetapi, mereka memiliki sistem untuk memeriksa dengan siapa perangkat lunak tersebut bekerja.

Lanjut baca

Cybersecurity World Pegasus Spyware

Sepekan belakangan, jagat teknologi sedang heboh dengan pemberitaan mengenai spyware Pegasus. Menurut kabar, Pegasus telah menyerang kepala negara, aktivis, politisi, hingga jurnalis.

Baca selengkapnya