BeritaMedia Sosial

Mengerikannya Virus Pegasus yang Susupi HP Jurnalis, Politisi, Sampai Presiden!

Sepekan belakangan, jagat teknologi sedang heboh dengan pemberitaan mengenai virus Pegasus. Menurut kabar, virus Pegasus telah menyerang kepala negara, aktivis, politisi, hingga jurnalis. Mengutip dari Kompas, total ada 50.000 nomor ponsel yang menjadi sasaran potensial spyware ini, ada juga setidaknya 10 perdana menteri, 3 presiden, dan 1 raja yang disebut menjadi target.

Tentu, jagat maya menjadi heboh dengan berita ini. Dunia masih belum pulih akibat pandemi virus corona yang belum juga usai. Kini, kita harus menghadapi virus baru, meski dengan bentuk dan cara kerja yang berbeda.

Sejarah Pegasus

Sebenarnya, Pegasus adalah sebuah perangkat pengintai (spyware) yang sudah lama ada. Teknodaim sendiri sudah sempat membahasnya beberapa kali, tapi isu ini kami angkat lagi karena pemberitaannya yang terus bertambah.

BACA JUGA:
Kenalan Yuk Sama Spyware Pegasus yang Berhasil Bobol WhatsApp?

Pegasus sendiri adalah produk NSO Group, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di kota Herzliya, di sebelah utara Tel Aviv, Israel. Tak jelas kapan Pegasus rampung dan mulai beroperasi. Namun, kehadirannya memang sudah ada sejak lama, setidaknya beberapa saat setelah NSO Group berdiri.

Sebagai contoh pada tahun 2011, presiden Meksiko saat itu – Felipe Calderon – pernah berterima kasih kepada NSO Group setelah membantu pemerintah Meksiko untuk mengawasi ponsel Joaquín Guzmán, atau yang lebih kita kenal sebagai El Chapo.

Tentu sobat Daimers tahu bahwa El Chapo adalah seorang kartel narkoba terkenal yang juga punya banyak sekali catatan kriminal. Nah, ternyata nih sobat Daimers, penangkapan El Chapo saat itu ada andil dari versi awal Pegasus yang berhasil mengawasi gerak-gerik sang raja narkoba lewat ponselnya.

Pegasus pada dasarnya ada untuk menjaga keamanan dan stabilitas global, sesuai dengan jargon NSO Group. Pemerintah negara manapun boleh menggunakan program ini untuk menjaga keadaan negaranya agar tetap kondusif. Perangkat pengintai ini, pada awalnya memang ada untuk mengawasi gera-gerik teroris, dan pihak-pihak lain yang dianggap berbahaya bagi keamanan dan stabilitas dunia, termasuk bandar narkoba seperti El Chapo.

BACA JUGA:
Peringatan, Ada Spyware di Aplikasi Populer VivaVideo!

Kontroversi Pegasus

Awal mula pemberitaan miring mengenai Pegasus hadir pada bulan Agustus 2016. Saat itu, Pegasus teridentifikasi sedang berusaha untuk menyerang ponsel pembela HAM dari Uni Emirat Arab, yaitu Ahmed Mansoor. Ketika itu, beliau menerima sebuah pesan teks yang menyiratkan adanya penyiksaan di dalam penjara Uni Emirat Arab, dengan diikuti sebuah tautan.

Mansoor mengirim tautan tersebut ke Citizen Lab yang menginvestigasi tautan tersebut bersama perusahaan teknologi Lookout. Pada akhirnya, kolaborasi tersebut membuahkan hasil. Para investigator menemukan bahwa jika Ahmed Mansoor menekan tautan tersebut, maka sebuah spyware akan tertanam di dalam ponselnya. Citizen Lab kemudian mengaitkan serangan ini dengan NSO Group.

Hingga kini, Pegasus terus menjadi bahan pemberitaan negatif di berbagai sudut internet. Terornya justru menyasar semua pihak, bukan hanya teroris atau orang-orang jahat. Aktivitis dan jurnalis seperti Jamal Khashoggi, hingga pengusaha terkemuka seperti Jeff Bezos, juga terkait dengan kasus penyerangan ini.

BACA JUGA:
Meski Kadang Kecolongan, Tapi Play Protect Sudah Basmi Miliaran Malware di Android!

Jadi sobat Daimers, marilah kita berhati-hati dalam menggunakan perangkat elektronik. Jangan tekan tautan yang tak jelas dari mana sumbernya, jangan berikan data pribadi kepada pihak-pihak yang tidak kredibel, dan yang terpenting, jangan gunakan ponsel atau media sosial untuk hal-hal yang negatif.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembacanya. Untuk sobat Daimers yang memiliki pertanyaan, silakan ketik di kolom komentar ya!

Related Posts