Kasus mengerikan dialami oleh seorang pengguna Gojek di kota Sorong, namanya adalah Prameswara. Orang ini mengalami kehilangan uang saldo di akun Gojek sebesar 28 Juta Rupiah, wah kok bisa ya dan apa soh penyebab 28 Juta hilang itu?
Gojek angkat bicara mengenai kasus tersebut, ia mengatakan kalau pihak mereka akan mendampingi pengguna dalam penggunaan aplikasinya. Dalam kasus ini, pelakunya menggunakan metode kejahatan siber yang disebut Social Engineering.
Akun Gojek Dibobol?
Usut punya usut, rupanya pengguna yang kehilangan uang di akunnya itu sudah tertipu oleh orang lain karena mengikuti petunjuk yang menyesatkan. Korban merupakan salah satu penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) di Sorong, Papua.
Berdasarkan laporan korban di kepolisian setempat, Prameswara mengatakan kalau peristiwa yang dialami terjadi di tanggal 6 Januari kemarin saat dirinya memesan makanan lewat layanan Go Food dan membayarnya via metode Gopay.

Tentunya Prameswara mengakses aplikasi dan yang bersangkutan saat dihubungi mengatakan kalau layanan Gopay sedang Error, sehingga dikatakan kalau dana yang ia kirimkan tidak sampai ke tujuan. Lalu dari sinilah semuanya dimulai.
Pelaku menyuruh korban untuk menggunakan e-banking atau ATM untuk melakukan pembayaran. Dan pada saat pembayaran, korban diarahkan untuk mengikuti instruksi yang dijelaskan pelaku. Dan disini, akun korban dibobol.
Prameswara mengatakan kalau ia baru menyadari telah ditipu ketika menerima pesan atau SMS banking ada transaksi yang tidak wajar. Ternyata pelaku yang dihubungi korban tadi sudah berhasil memasuki akun Gojek miliknya tersebut.
Sebesar 28 Juta Rupiah hangus dari akun Gopay milik Prameswara yang menjadi korban penipuan. Ini jadi peringatan untuk kita semua, jangan asal mengikuti instruksi dari pihak tidak dikenal ketika ia mengaku-ngaku dari pihak berwenang.
Sumber: Detik Inet

Bales ke