Jack Ma, seorang pengusaha terkenal dari China, saat ini dipecat dari perusahaan yang ia bangun sendiri. Perusahaan tersebut adalah Ant Group, sebuah perusahaan keuangan yang Ma bangun pada tahun 2014.
Ant Group telah selesai melakukan proses penghapusan Jack Ma sebagai penguasa utama perusahaan. Sebagai penggantinya, Ant memberikan hak suara kepada 10 individu lainnya, termasuk manajemen dan karyawan perusahaan.

Baca Juga:
- Ini yang Dilakukan Jack Ma Selama Menghilang 3 Bulan Terakhir
- Donasi dari Jack Ma Untuk Indonesia Tiba!
- Alibaba Cloud Semakin Ramai di Masa Pandemi, Kok Bisa?
Sebenarnya Kenapa dan Apa yang terjadi Pada Jack Ma?
Keputusan ini Jack Ma ambil sebagai akibat dari tekanan yang pemerintah China berikan kepada Ant Group terkait dugaan pelanggaran anti-monopoli serta tuntutan untuk melakukan perubahan dalam bisnisnya.
Setelah keputusan itu Ant Group ambil, Bank Sentral China juga mencabut status pemegang saham mayoritas Alipay di China.
Ma telah berkomitmen untuk menghentikan dominasinya pada bulan Januari 2023. Tindakan ini Ma ambil untuk mengurangi kekhawatiran regulator China terhadap kekuatan Ant Group di pasar dan pengaruh Ma.
Meskipun Ant Group mengalami restrukturisasi, juru bicara perusahaan menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak akan mempengaruhi operasional bisnis sehari-hari. Dengan kata lain, semua layanan Ant Group, termasuk Alipay, tetap berjalan seperti biasa. Informasi ini kami ambil dari laporan KompasTekno yang mengutip Bloomberg pada hari Selasa, 2 Januari 2024.
Ternyata Begini Kronologinya
Pada bulan Oktober 2020, Jack Ma, yang bergerak di bidang penjualan makanan, mengungkapkan kritiknya terhadap regulator dan perbankan China dalam sebuah pidato di Shanghai. Namun, pemerintah tidak merespons kritik tersebut dengan baik.
Pemerintah di negara tersebut memperketat peraturan terkait bisnis fintech. Dampaknya, Ant Group yang Ma bangun tidak berhasil melantai di bursa saham.
Sebelumnya, pemilik Alibaba yang juga pendiri lokapasar tersebut tidak sering muncul di depan umum.
Informasi terbaru mengungkapkan bahwa Ma telah mendirikan sebuah startup baru yang bergerak di bidang makanan siap saji dalam kemasan.
Berdasarkan Informasi yang Beredar
Kabar yang beredar mengatakan bahwa startup ini memiliki nama yang berasal dari bahasa Mandarin yang jika kita terjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “Hangzhou Ma’s Kitchen Food”.
Kabar yang beredar mengatakan bahwa perusahaan rintisan ini telah resmi terdaftar di pihak berwenang China sejak hari Rabu, tanggal 22 November 2023. Perusahaan ini berbasis di Hangzhou, sebuah kota besar di China yang juga menjadi tempat berdirinya Alibaba dan merupakan tempat kelahiran Ma.
Perusahaan startup Hangzhou Ma’s Kitchen Food kabarnya memiliki dana awal sebesar sekitar 10 juta yuan (sekitar Rp 21,8 miliar).
Startup tersebut mendapatkan modal dari perusahaan bernama Hangzhou Dajingtou No. 22 Arts and Culture. Kabarnya, perusahaan tersebut sepenuhnya milik Jack Ma dengan kepemilikan saham sebesar 99,9 persen.
Hangzhou Ma’s Kitchen Food akan berfokus pada bisnis makanan siap saji, mengimpor dan mengekspor makanan, serta berbagai bahan pangan lain yang berasal dari sektor pertanian.
Belum ada kejelasan secara rinci jenis makanan yang akan Hangzhou Ma’s Kitchen tawarkan. Selain itu, belum ada informasi mengenai model bisnis yang akan startup ini adopsi.
Tetapi, Ma mungkin memulai bisnis ini karena ia ingin mendapatkan keuntungan dan mengoptimalkan potensi dari bisnis makanan siap saji yang sedang populer di China.



Bales ke