Dalam rangkaian kegiatan tak biasa dan ilegal yang dilakukan oleh para Hacker, ternyata korban yang menjadi target mereka adalah para pengguna Instagram dan juga ponsel berbasis iOS yaitu iPhone. Seperti apa bahaya keduanya?
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Case24, mereka menemukan bahwa aplikasi sosial media dan ponsel merk tertentu menjadi mangsa para pelaku Black Hat. Mereka mencari target, mana pengguna yang punya cukup kelemahan untuk diretas.
Mengenai Celah di iPhone dan Instagram
Mengenai target Hacker, dalam hal ini iPhone dan Instagram. Keduanya tercatat dalam laporan, bahwa jadi target yang paling banyak diincar pelaku Black Hat. Sebagai informasi, temuan itu diidentifikasi untuk wilayah Amerika Serikat dan Inggris saja.

Bahkan pengguna iPhone disebut berpotensi 192 kali lebih berisiko menjadi target pelaku Cybercrime jika dibandingkan dengan pengguna ponsel merk Huawei. Meski, upaya peretasan dua merek tersebut angkanya rentangnya sangat jauh.
Case24 tidak menyebutkan model-model ponsel yang dimaksud, namun hanya mengambil brand-nya saja. Pihak mereka memaparkan merek ponsel mana yang paling banyak diretas di AS, dan didapatlah data-datanya yang bisa dilihat seperti berikut:
- iPhone (48.010)
- Samsung (3.100)
- LG (670), Sony (320)
- Nokia (260)
- Huawei (250)
Sementara itu, hampir ada 50.000 orang di negeri Paman Sam setiap bulannya selalu mencari informasi bagaimana cara meretas iPhone itu sendiri. Case24 mengatakan kalau keamanan Instagram lebih rentan diretas dibandingkan WhatsApp, YouTube, Facebook, dan Netflix.

Fakta-fakta itu memberi kita gambaran bahwa Instagram lebih menarik perhatian para hacker untuk beraksi di dalamnya karena ada kerentanan yang cukup berpotensi bagi mereka. Sebagai pengguna iPhone dan Instagram, apa pendapatmu?
Sumber: Detik Inet

Bales ke