Setiap otoritas berlaku di negara-negara dunia melakukan cara yang berbeda-beda dalam menangani penyebaran wabah yang sudah menyebar ke seluruh dunia saat ini, yaitu Covid-19. Termasuk cara AS lacak penyebaran Covid-19 itu.
Pemerintah Amerika Serikat sepertinya akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dalam mencari informasi dan data penyebaran virus. Dalam hal ini, AS sudah membujuk kerjasama pihak Google dan Facebook.
Antara Amerika Serikat, Google dan Facebook
Amerika Serikat disebutkan meminta Facebook dan Google agar bersedia memberikan data lokasi pengguna dari masing-masing platform mereka. Data itu tentunya digunakan untuk melacak kemungkinan-kemungkinan orang terinfeksi.
Data yang didapat juga akan digunakan untuk memantau penyebaran virus Corona dan melihat suspek-suspek supaya penyebaran tidak semakin luas hingga ke luar daerah lain. Namun langkah ini nampaknya baru level permulaan saja.

Dalam proses lacak penyebaran Covid-19, Amerika Serikat akan memetakan penyebaran infeksi virus Corona menggunakan data-data yang didapat dari Facebook dan Google tadi. Mereka juga akan menerapkan social distancing.
Dari pihak terkait, sudah mulai memperlihatkan setuju akan rencana yang disebut tadi. Namun Google sebelumnya menyatakan bahwa mereka punya cara sendiri untuk mengolah data pergerakan para pengguna. Tak seperti Facebook.
Google memastikan jika mereka tidak akan membagikan data mengenai lokasi, kontak dan lain-lain karena mereka memegang teguh privasi penggunanya. Data lokasi juga tentunya merupakan data vital dan sangat sensitif dari penggunanya.



Bales ke