Hapus Segera Aplikasi Android Ini Jika Tidak Ingin Direkam Secara Diam-Diam

Muhammad Hanif

Muhammad Hanif

Aplikasi itu bernama iRecorder – Screen Recorder. Aplikasi rekaman suara tersebut tentu sangat meresahkan para pengguna ponsel Android.

Aplikasi Rekaman Suara Bahaya Di Android

Aplikasi Rekaman Suara Bahaya Di Android

Satu aplikasi yang ditemukan di Google Play Store dilaporkan sebagai alat mata-mata. Aplikasi itu bernama iRecorder – Screen Recorder. Aplikasi rekaman suara tersebut tentu sangat meresahkan para pengguna ponsel Android.

Aplikasi ini sebenarnya digunakan untuk merekam tampilan layar ponsel pintar. Namun, melalui pembaruan yang dilakukan oleh pengembang aplikasi, iRecorder dapat mengakses mikrofon dan mengaktifkannya tanpa sepengetahuan pengguna untuk merekam data audio setiap 15 menit.

Kemampuan itu juga memungkinkan pengembang aplikasi iRecorder untuk mengambil file spesifik dari ponsel cerdas.

Baca Juga:

Aplikasi Rekaman Suara yang Merekam Secara Diam-diam

Hapus Segera Aplikasi Android Ini Jika Tidak Ingin Direkam Secara Diam-Diam
Aplikasi Rekaman Suara Android Bahaya

Peneliti dari ESET, sebuah perusahaan software yang fokus pada keamanan siber, telah menemukan celah keamanan (malware) ini. Google juga sudah menghapus aplikasi iRecorder – Screen Recorder dari platform mereka.

BACA JUGA:  Realme 8 Pro Vs Redmi Note 10 Pro, Bagus Mana?

Berdasarkan penelusuran saya di Play Store hari Senin (13/8/2023), saya tidak bisa menemukan aplikasi rekaman suara tersebut. Jika kamu sudah menginstal dan memperbarui aplikasi ini, sebaiknya kamu segera menghapusnya dari perangkatmu.

Awalnya Aman Aplikasi Rekaman Suara Ini

Ketika iRecorder diluncurkan pada tanggal 19 September 2021, aplikasi ini terjamin keamanannya dan tidak terdapat kerentanan apapun. Namun, mulai munculnya malware terjadi setelah pembaruan pada bulan Agustus 2022.

“Jarang sekali ada para pengembang yang mengunggah aplikasi yang sah ke Google PlayStore, kemudian menunggu selama setahun, dan kemudian memperbarui aplikasinya dengan menggunakan kode yang berbahaya,” tulis para peneliti dari ESET dalam blog perusahaan mereka.

Setelah saya menyelidiki lebih lanjut, ternyata aplikasi yang diperbarui pada bulan Agustus 2022 tidak terdeteksi oleh sistem dan berhasil melewati pemeriksaan keamanan di Google Play Store.

Menurut para peneliti ESET, pada bulan Agustus 2022, terjadi pembaruan yang melibatkan jenis malware yang dapat diakses dari jarak jauh. Kode yang digunakan adalah jenis malware open-source bernama Mhyth Android RAT (trojan jarak jauh). Para peneliti memberi nama kode malware tersebut sebagai “AhRAT”.

BACA JUGA:  Spesifikasi dan Harga Vivo V25e di Indonesia

Setelah diperbarui, aplikasi iRecorder-Screen Recorder ternyata terinfeksi malware. Selain dapat merekam layar, aplikasi ini juga mampu merekam audio dari sekitar melalui mikrofon, mengirim file ke server, dan mengendalikannya.

Aplikasi rekaman suara ini juga bisa mengakses berbagai jenis file yang dapat diunggah ke server. File-file yang dapat diunggah meliputi halaman web, gambar, audio, video, dan dokumen yang tersimpan di dalam ponsel pintar.

“Kelakuan jahat dalam aplikasi ini, terutama yang meretas mikrofon dan mencuri file dengan ekstensi tertentu, mengindikasikan bahwa aplikasi semacam ini mungkin terlibat dalam kampanye spionase,” kata para peneliti.

Akan tetapi, ESET menegaskan bahwa aplikasi ini tidak diketahui terkait dengan kelompok penjahat (hackers) tertentu. Para peneliti juga belum menemukan keberadaan malware “AhRAT” ini di tempat lain.

Sudah Diunduh Lebih 50 Ribu Pengguna

Aplikasi iRecorder sudah diunduh oleh sekitar 50.000 orang di Play Store. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai target pengguna yang ingin dimata-matai.

BACA JUGA:  Cara Mengunci Aplikasi di Android Dengan Mudah

ESET mengungkapkan bahwa fitur keamanan dan perlindungan dalam Android 11 atau versi yang lebih baru telah meningkat dan dapat mencegah aplikasi dari melakukan pemantauan yang tidak diinginkan.

Karena itu, aplikasi yang nggak dipake atau nggak aktif bakal dimasukin ke dalam keadaan hibernasi. Hal ini mengakibatkan sistem mengatur ulang izin akses dan mencegah aplikasi jahat buat beroperasi.

Namun, agar sistem perlindungan dapat berfungsi, kamu harus menonaktifkan aplikasi tersebut selama berbulan-bulan. Menghapus aplikasi berbahaya di dalam smartphone adalah solusi yang paling tepat.


Itulah aplikasi rekaman suara diam-diam para penggunanya setiap 15 menit sekali. Ikuti terus Teknodaim untuk mendapatkan informasi menarik seputar tips dan trik lainnya.

AndroidInternetSoftware

Related Posts