Setelah sebelumnya dimakzulkan oleh House of Representatives (HOR) atau DPR Amerika Serikat, Donald Trump juga seperti terkucil di jagat sosial media. Pasalnya Facebook dan Twitter menutup akun-akun para pendukung Donald Trump.
Tercatat mereka sudah mematikan jaringan yang terhubung dengan jutaan akun pendukung Presiden Amerika Serikat itu. Ada sekitar 55 juta akun palsu yang dirazia oleh Facebok dan juga Twitter. Akun tersebut menyebar hoax dan pesan tertentu.
Facebook dan Twitter Soal Donald Trump
Berdasarkan lansiran dari The Verge, akun-akun fake itu menyamar sebagai warga Amerika Serikat dan menggunakan foto profil hasil buatan teknologi AI atau kecerdasan buatan. Dan akun-akun tersebut sudah mulai dirazia secara masal.
Facebook mengatakan kalau akun-akun yang mereka hapus masal itu terhubung dengan perusahaan media berbasis di Amerika Serikat, media tersebut adalah The BL, yang diduga punya kaitan dengan Epoch Media Group.

Sebelumnya Epoch Media Group itu memang sering terlibat dalam penyebaran pesan dukungan terhadap Trump di Facebook dan Twitter. Selain itu, mereka juga terhubung ke Falun Gong, komunitas spiritual dari China yang mengalami persekusi dari pemerintahan China.
Namun dari pihak Epoch, mereka menepis tuduhan yang mengatakan kalau mereka ada sangkut-pautnya dengan masalah yang dibawa The BL. Disini, para pendukung Donald Trump yang dimaksud hanyalah akun-akun Bot.
Bagaimana di Instagram?
Saat ini, dilaporkan kalau Facebook sudah menghapus setidaknya ada 610 akun, 89 laman Facebook, 156 grup, dan 72 akun Instagram yang terhubung ke organisasi tersebut. Organisasi itu bahkan rela menghabiskan hampir 9,5 Juta USD untuk biaya iklan.
Nathaniel Gleicher yang merupakan Head of Security Policy Facebook mengatakan kalau mereka sudah memblokir The BL dari layanan mereka dan bakal melakukan investigasi lebih lanjut kasus ini. Serta memburu para pelaku jika ada penipuan.
Sumber: Detik Inet

Bales ke