Jika sebelumnya wabah Corona atau Covid-19 memaksa Google menerapkan metode yang membuat 8.000 karyawannya harus bekerja dari rumah. Kini Apple juga terpaksa melakukan hal serupa, ada 12.000 pegawai Apple kerja di rumah.
Sebagai salah satu negara yang masuk ke dalam daftar jajaran negara yang warga negaranya sudah terinfeksi, Amerika Serikat harus melakukan berbagai tindakan untuk melakukan pencegahan lebih lanjut. Termasuk membuat pembatasan baru.
Pembatasan Karyawan Apple
untuk jumlah pegawai atau karyawan di kantor pusat Apple Park Cupertino, diketahui totalnya kurang lebih sekitar 12.000 orang. Dan semuanya akan diberlakukan kebijakan sementara, dimana tugas mereka dikerjakan dari rumah.
Selain Google dan Apple, Microsoft juga menerapkan langkah yang sama untuk mencegah lonjakan atau risiko penyebaran wabah virus Covid-19. Langkah ini dilakukan juga karena ada lonjakan angka Covid-19 di area Santa Clara County.

Sebagai informasi, ada 20 orang di wilayah kantor pusat Apple, Santa Clara County yang sudah dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Inilah yang menjadi salah satu alasan besar Apple terpaksa menerapkan pembatasan ngantor para pegawainya.
Pegawai Apple kerja di rumah merupakan salah satu dampak negatif yang disebabkan oleh adanya wabah Corona. Selain itu, produksi iPhone dan produksi dari produsen lain juga tentunya ikut terganggu terutama pabrik-pabrik di China.
Meskipun wabah Corona terus meluas dan memakan korban terus-menerus, Tim Cook yang merupakan CEO Apple yakin bahwa situasi sudah mulai terkendali. Apple juga berperan dalam memerangi, dengan mengirimkan bantuan masker.
Sumber: Detik Inet



Bales ke