Berita

Ternyata Nama Google Adalah Hasil Typo, Lah Gimana Ceritanya?

Ada hal unik soal salah satu raksasa teknologi yang menjadi terbesar satu dunia saat ini, yang kita maksud adalah nama Google yang ternyata hasil Typo alias salah pengetikan. Ceritanya berawal jauh sebelum Google jadi besar seperti sekarang ini.

Google sendiri kini sukses menjadi perusahaan dengan berbagai produk digital mereka, salah satu andalan mereka yang tetap bertahan sampai sekarang adalah Google Search alias mesin pencarinya. Selain itu mereka juga memiliki 50 layanan internet lebih termasuk Gmail, Google Play Store dan masih banyak lagi.

Asal Mula Nama Google

Google sendiri sudah mulai merambah ke pasar smartphone dengan memboyong produk mereka yang bernama Pixel Series. Namun terlepas dari kesuksesannya, sang raksasa yang punya logo warna-warni ini memiliki kisah unik dan mungkin tidak orang banyak ketahui.

Pendiri Google adalah Larry Page dan Sergey Brin, keduanya pada awal menetapkan nama BackRub sebagai nama awal dari mesin pencari tersebut. Dulu, Larry memiliki beberapa kerabat mahasiswa pascasarjana meliputi Sean Anderson, Tamara Munzner dan juga Lucas Pereira.

Nama Google Hasil Typo By Teknodaim
Foto Pendiri Google dan Kerabatnya pada Masa Lalu | Businessinsider.com

Kantor Larry pada waktu itu ada di di kamar 360 di Gates CS Building, yang mana dirinya tinggal bersama Sean dan kedua kerabatnya tadi.

Kisah Nama Google yang Adalah Hasil Typo

Pada tahun 1997, Larry dan juga rekan-rekannya membahas mengenai potensi dan pemberian nama untuk proyeknya yang sekarang kita kenal dengan Google. Mereka lalu bertukar ide untuk menentukan nama yang akan menjadi nama tetap untuk teknologi pencarian yang ia kembangkan.

Semuanya lalu berdiskusi sambil memberikan nama ide mereka lewat papan tulis. Sean adalah pencetus namanya dengan memberikan saran bernama Googolplex, hal ini kemudian mendapatkan tanggapan dari Larry Page.

Larry setuju dengan rumusan itu, namun mengatakan bahwa lebih baik menjadi lebih singkat yaitu Googol. Sean pun lalu melakukan pencarian database registri nama domain Internet untuk melihat potensi apakah nama yang baru disarankan masih tersedia untuk pendaftaran dan penggunaan.

Namun saat bersama-sama mereka melakukan pengecekan nama domain tadi, Sean sang kerabat ternyata salah dalam mengeja ketikan alias melakukan Typo. Bukan menulis Googol malah menuliskan Google.com, dan inilah yang menjadi sejarahnya mereka.

Larry malah menyukai nama Google itu, dan dalam beberapa jam sang Founder mengambil langkah untuk menyelesaikan pendaftaran nama Google.com. Pendaftaran nama domain Google.com tercatat pada tanggal 15 September tahun 1997.

Jika saja bukan karena sang kerabat yang menemukan nama Google dari hasil Typo, mungkin Google yang kita kenal sekarang namanya akan berbeda. Nah kalau kamu sebagai penggunanya, lebih suka Googol atau Google?


Sumber: Detik Inet

What's your reaction?

Related Posts