Mesin Pencari sejatinya adalah tempat orang-orang untuk menemukan informasi atau apapun yang mereka cari. Selain itu juga jadi tempat orang-orang untuk menempatkan situs mereka di posisi teratas. Baru-baru ini, mesin pencari disusupi SEO Hacker.
Hal tersebut ditemukan oleh Kaspersky. Mereka menghimbau netizen untuk lebih berhati-hati dalam menemukan temuan informasi di setiap situs yang diakses, khususnya yang belum dikenal sebelumnya. Termasuk kita juga pengguna internet di Indonesia.
Temuan Hasil Pencarian Teratas
Oleg Kupreev selaku Malware Analyst di Kaspersky mengatakan kalau Mesin pencari adalah teknologi hebat yang secara dramatis telah mengubah pengalaman pengguna dalam mengakses informasi.
Namun meskipun demikian, mereka perusahaan keamanan cyber, harus tetap memperingatkan pengguna agar berhati-hati bahkan ketika melakukan pencarian di sumber terpercaya. Bisa disimpulkan untuk kalian lebih berhati-hati mengklik tautan.

Disusupi SEO Hacker artinya bukan diretas, melainkan penyalahgunaan yang dilakukan oleh beberapa pihak tak bertanggung jawab menggunakan teknik Black-Hat SEO. Kaspersky mengatakan kalau para pelaku mengincar Keyword populer.
Hal tersebut melibatkan pengubahan konten dan deskripsi situs web berbahaya yang mereka hadirkan, sehingga terlihat lebih atas pada halaman hasil pencarian di mesin pencari. Kupreev juga mengatakan situs-situs tersebut biasanya ada di nomor 3 dan 4.
Solusi Menghindari Situs Black-Hat
Ada contoh kasus dari laporan Kaspersky tentang serangan cyber pada pengguna situs web konten dewasa. Dimana pernah ada satu juta pengguna telah dicegah oleh produk mereka dari upaya infeksi malware dari top 100 situs porno tingkat atas di 2017, dengan 658.930 pengguna terinfeksi pada 2018.
Metode yang dilakukan para pelaku Cybercrime memang masih digunakan secara aktif oleh, meskipun efisiensinya telah berkurang berkat banyak mesin pencari yang berjuang melawan kegiatan SEO black-hat dan dan upaya perlindungan pengguna.
Agar tetap aman saat melakukan pencarian di web, Kaspersky menyarankan pengguna internet untuk menggunakan solusi keamanan terpercaya dan menghindari klik di situs web yang mencurigakan atau tidak dikenal melalui mesin pencari.
Sumber: Detik Inet

Bales ke