BeritaMedia Sosial

3 Raksasa Facebook, Google dan Twitter Digugat Thailand, Kenapa?

Kabar terbaru datang dari negara tetangga, ada hal tak sedap yang membuat hubungan negara tersebut dengan Google, Facebook serta Twitter sedikit kacau. Konflik yang terjadi adalah Facebook, Twitter dan Google kini digugat Thailand karena dianggap telah melakukan pelanggaran.

Puttipong Punnakanta selaku Kementerian Digital Thailand menegaskan bahwa mereka akan menggugat ketiga perusahaan tadi untuk bertanggung jawab pada jalur hukum. Lantas apa sih pelanggaran yang telah ketiga raksasa tadi? Simak informasinya berikut.

Pelanggaran Facebook, Twitter dan Google

Google Digugat Thailand By Teknodaim
Facebook, Google dan Twitter | Focusmalaysia.my

Facebook, Twitter dan raksasa Google akan Thailand bawa ke jalur hukum pada minggu ini. Alasan ini ternyata bermula ketika ketiganya tidak melakukan takedown pada konten yang menurut Kementerian Digital Thailand melanggar. Ia juga mengatakan bahwa mereka sudah mengirimkan dua peringatan kepada Google, Twitter maupun Facebook.

Ketiga pihak terkait rupanya belum memenuhi semua permintaan dan membiarkan konten yang Thailand maksud masih ada. Sayangnya Puttipong tidak menjelaskan dan tidak mau menyebutkan konten serta aturan apa yang telah mereka langgar secara detail.

Sementara dari pihak yang akan Thailand gugat, semuanya masih belum memberikan respon atau sekedar tanggapan mereka. Namun ternyata ada pihak lain juga yang akan mulai segara mengalami hal serupa.

Bukan Cuman Google yang Digugat Thailand

Selain Twitter, Facebook serta sang raksasa dunia Google, rupanya Pemerintah Thailand juga sedang memproses 10 orang secara hukum. Orang-orang itu tertera telah memberikan kritik monarki terhadap postingan media sosial selama demonstrasi anti-pemerintah besar-besaran pada akhir pekan lalu.

Sebenarnya pihak berwenang sana memang tengah gencar mengajukan yang namanya gugatan ke pengadilan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka berharap platform media sosial supaya mendapatkan pembatasan dan cepat merespon konten yang berbau penghinaan kerajaan.

Pemerintah juga berharap konten ilegal meliputi perjudian dan pelanggaran hak cipta supaya mendapatkan tindakan tegas. Jika berdasarkan Undang-undang yang menjadi acuan gugatan mereka, mengabaikan perintah pengadilan dapat mengakibatkan denda hingga 200.000 baht atau setara 94.6 Juta Rupiah), plus 5.000 baht atau sekitar 2.3 Juta Rupiah per hari sampai perintah ini terpenuhi.

Sementara kementerian, telah meminta pada 27 Agustus lalu supaya Facebook melakukan blokir pada 661 postingan. Sayangnya baru kurang dari sepertiga yang sudah Facebook selesaikan. Sementara Twitter dan YouTube menerima permintaan pada hari yang sama untuk membatasi lebih banyak postingan. Namun belum ada respon dan tindakan tegas terhadap permintaan Thailand yang dimaksud.

Apakah masalah ini akan berujung dengan sesuatu yang lebih buruk lagi? Bisa iya bisa tidak. Coba tuliskan prediksi atau tanggapan kamu soal berita satu ini pada kolom komentar.


What's your reaction?

Related Posts