Sebelum bahas Facebook yang Banned grup pemicu pembakaran 5G, Teknodaim mau ngasih bahwa kita sekarang punya Channel YouTube. Dimana disana kamu bisa menemukan konten video Tutorial, Review dan lain-lain, jadi klik tombol Subscribe ya.
Kejadian tak mengenakan beberapa waktu lalu terjadi di Belanda dan Inggris, dimana tower 5G dibakar akibat beredarnya rumor sesat tentang teknologi 5G itu. Salah satu pemicu aksi yang dimaksud adalah grup yang dibuat untuk anti-5G di sosial media.
Grup Hoax yang di Banned Facebook
Ada dua grup anti-5G yang diblokir oleh Facebook, dan perkumpulan tersebut terbukti memang menjadi tempat unggahan konten-konten hoax dan konspirasi seputar 5G yang dikaitkan dengan Covid-19. Grup Stop 5G bahkan memiliki 60.000 lebih anggota.
Kemudian satu lagi grup yang sudah dihanguskan bernama Destroy 5G Save Our Children memiliki kurang lebih lebih dari 2.500 anggota. Keduanya sudah tidak ada dan tak akan bisa ditemukan karena Facebook benar-benar sudah menghapusnya.

Sumber penelitian yang diterbitkan anti-hate group Hope Not Hate, mengungkapkan bahwa konten atau postingan di kedua grup yang dimaksud tadi berperan besar buat menyebarkan dan mendorong terjadinya aksi-aksi penghancuran fasilitas tower 5G.
Bahkan di grup yang berisi hoax-hoax tersebut, ditemukan postingan terbuka yang membahas rencana penyerangan tower 5G. Para aktivis anti-5G percaya gelombang radio 5G membahayakan manusia dan juga bisa menyebarkan wabah virus Corona.
Padahal, riset membuktikan bahwa gelombang radio adalah gelombang berenergi yang rendah dan telah menyimpulkan bahwa 4G atau 5G tidak menyebabkan kanker. Namun saat merebaknya wabah virus corona, teori konspirasi anti-5G tersebar liar.
Ini membuktikan bahwa adanya kepanikan tak mendasar yang dialami masyarakat. Semoga tak terulang dan terjadi di Indonesia, pintarlah dalam mencerna informasi!
Sumber: Detik Inet


Bales ke