Deepfake adalah salah satu teknologi atau metode yang digunakan seseorang untuk merekayasa sebuah konten video atau foto, namun kini Deepfake di Twitter sudah mendapatkan solusi. Kita bisa tau apakah sebuah konten itu asli atau palsu.
Sistem Twitter nantinya akan otomatis melabeli video yang sudah dimanipulasi seperti hasil editan dan juga Deepfake mulai 5 Maret nanti. Hal ini merupakan langkah memerangi adanya Hoax menjelang Pilpres AS November mendatang.
Apakah Konten Deepfake Saja?
Kebijakan yang dimaksudkan Twitter adalah untuk menekan konten video dan foto yang diubah atau di pabrikasi secara signifikan. Twitter akan memeriksa setiap komposisi timing dan Footage video, sudah diedit sebelumnya atau tidak.
Dalam hal ini bukan hanya konten video, tapi juga berfokus pada konten gambar dan juga audio yang mungkin saja diubah-ubah oleh pihak tertentu. Selain itu konten yang dibagikan untuk mengelabuhi bisa melanggar kebijakan mereka.

Jika konten sudah menyalahi dua ketentuan yang sudah disebutkan tadi, Twitter akan memberikan label untuk menyediakan penjelasan mengenai konten lebih lanjut. Dalam hal ini salah satunya ya konten itu akan dilabeli Deepfake di Twitter.
Beda cerita dengan konten yang dianggap sudah diubah dan mengelabui apalagi kemungkinan besar bisa mengancam keamanan publik dan pribadi, maka konten tersebut akan langsung dihapus. Jadi, bijaklah dalam membagikan sesuatu di sosmed.
Notifikasi atau Peringatan
Kemudian, Twitter juga akan memberikan peringatan kepada pengguna sebelum membagikan Twitter yang dianggap termasuk kategori demikian tadi. Konten itu juga tidak akan direkomendasikan, yitu dengan diminimalisir kemunculannya.
Bukan hanya Twitter saja yang mulai menerapkan kebijakan atau sistem filter seperti ini, tapi juga platform sosial media lain. Termasuk pecahan Facebook, yaitu WhatsApp dan Instagram. Jadi hati-hati ya terhadap informasi yang ada di sosmed.
Sumber: Detik Inet

Bales ke