Pabrik perakitan laptop ASUS ExpertBook P1 di Batam, Kepulauan Riau, mengatakan bahwa mereka saat ini tidak memerlukan layanan seluler 5G. Mereka lebih memilih menggunakan layanan jaringan berbasis kabel yang dianggap lebih mendukung produksi.
Stanly Rocky, sebagai manajer hubungan masyarakat PT. Sat Nusapersada, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan kami masih memilih menggunakan kabel secara optimal dalam proses perakitan laptop dan smartphone.

“5G sekarang hanya mengirimkan data, kecepatan dalam bentuk data. Sementara ini, kita sedang menguji [produk] dan rata-rata menggunakan kabel bukan Wi-Fi. Jadi, konektivitas data kita pasti lebih cepat,” ungkapnya saat berkunjung ke pabrik perakitan ASUS ExpertBook di Batam, Kepri, pada hari Senin (19/6).
Kawasan Batam sudah memiliki fasilitas 5G. Saya pernah mendapatkan penawaran dari Telkomsel untuk menggunakan layanan 5G pada bulan Mei 2021. Penawaran tersebut mencakup penggunaan frekuensi 2,3 GHz untuk data plane dan frekuensi radio 1,8 GHz untuk control plane 5G di Indonesia.
Tapi, model dan peralatan produksi yang dimiliki oleh kami masih belum cocok dengan layanan 5G.
“Memang belum ada layanannya secara resmi, tapi sebetulnya kita bisa meminta. Jadi dari Telkomsel sudah pernah menawarkan, jika kita membutuhkan harus ada kesepakatan dengan Telkomsel,” ujarnya.
Pengujian Produk ASUS di Batam

Stanly menjelaskan bahwa pengujian laptop atau smartphone di pabrik mereka harus melalui beberapa tes. Seperti pengujian kamera, audio, dan perekaman.
Sekarang, semua langkah pengujian masih dilakukan melalui kabel yang terhubung ke komputer untuk diuji menggunakan aplikasi dari perusahaan perangkat.
Jika kamu menggunakan teknologi nirkabel dengan memanfaatkan 5G, Stanly merasa tahapan produksi akan menjadi lebih rumit.
Jadinya semakin merepotkan, jika produksi kita seperti smartphone misalnya 34 juta unit per bulan, dikalikan dengan 22 hari kerja itu sudah berapa ribu. Jika semuanya terhubung ke Wi-Fi itu semakin lemah,” katanya.
Selain itu, menurutnya, agar bisa beralih ke 5G, perusahaan tersebut harus mengeluarkan modal yang semakin besar untuk meningkatkan teknologi.
Saat ini, teknologi robotik yang digunakan dalam proses produksi dirancang dengan menggunakan kabel.
ASUS, perusahaan teknologi yang berasal dari China, membuat laptop seri ExpertBook P1 di PT. Sat Nusapersada, Batam. Laptop tersebut diklaim memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 20 persen.
Aldy Ramadiansyah, selaku Country Commercial Product Marketing ASUS Indonesia, mengungkapkan bahwa setiap hari perusahaan kami mampu memproduksi sebanyak 100 unit laptop.
“Saya bisa memproduksi 100 unit dalam sehari,” katanya kepada wartawan di Batam, pada hari Senin (19/6).
Saya menjelaskan bahwa seri laptop ASUS ExpertBook P1 dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan pemerintah, dan telah diproduksi sebanyak 5.000 unit sejak bulan November 2022.



Bales ke