Google kembali memukau pasar smartphone dengan menghadirkan seri teranyar mereka, Google Pixel 10, yang secara resmi diluncurkan pada Agustus 2025. Dikenal dengan teknologi terbaru dan fitur kecerdasan buatan yang canggih, Pixel 10 kini menjadi salah satu ponsel Android yang paling dinantikan pada tahun ini.
Untuk model Pixel 10 Pro dan Pro XL, Google memberikan langganan satu tahun gratis untuk Google AI Pro, sama seperti yang dilakukan pada generasi sebelumnya.
Harga Google Pixel 10 Series

Pixel 10 hadir dalam empat warna berbeda: Indigo, Frost, Lemongrass, dan Obsidian. Di sisi lain, seri Pixel 10 Pro menawarkan pilihan warna Obsidian, Porselen (khusus untuk Pixel 10 Pro), Moonstone, dan Jade.
Ponsel ini akan tersedia untuk dipesan di beberapa negara mulai tanggal 21 Agustus 2025. Berikut adalah harga Google Pixel 10 Series:
| Model | RAM & Storage | Harga (USD) | Harga (IDR) |
|---|---|---|---|
| Pixel 10 | 12GB + 128GB | $799 | Rp12.999.000 |
| Pixel 10 Pro | 16GB + 128GB | $999 | Rp16.200.000 |
| Pixel 10 Pro XL | 16GB + 256GB | $1,199 | Rp19.500.000 |
| Pixel 10 Pro Fold | 16GB + 256GB | $1,799 | Rp29.000.000 |
Pixel 10 hadir dalam pilihan warna yang menarik seperti:
- Indigo
- Frost
- Lemongrass
- Obsidian
Bagi kamu yang bingung untuk pilih jenis HP mana, Pixel 10 Reguler menjadi pilihan tepat bagi kalian yang menginginkan performa andal dengan harga ramah di kantong. Untuk kebutuhan fotografi mobile dan multitasking tanpa batas, Pixel 10 Pro XL hadir sebagai solusi ideal. Sementara itu, Pixel 10 Pro Fold menawarkan pengalaman premium dengan teknologi layar lipat tercanggih dari Google.
Dengan harga awal sekitar Rp12 juta, Google Pixel 10 memberikan gabungan ideal antara desain yang mewah, performa yang luar biasa, dan fitur AI inovatif. Bagi kamu yang sedang mencari smartphone flagship yang siap menjawab tantangan masa depan, Pixel 10 adalah pilihan yang tepat.
Namun, perlu dicatat bahwa Google Pixel 10 tidak secara resmi diluncurkan di Indonesia. Jika kamu tertarik membelinya, kamu bisa mendapatkannya di negara tetangga dengan tambahan biaya pajak IMEI agar perangkat tersebut dapat terhubung dengan jaringan seluler di Indonesia.
Bagaimana pendapat kalian mengenai hal ini? Yuk tulis pendapat kamu di bawah yah.




Bales ke