menu
Teknodaim.com
Teknodaim.com Berita Demo Ojek Online Akan Terjadi Apabila Grab dan Gojek Bergabung

Demo Ojek Online Akan Terjadi Apabila Grab dan Gojek Bergabung

Demo Ojek Online

Belum lama ini, Media Sosial tengah ramai memperbincangkan tentang ancaman dari GARDA Indonesia yang katanya mereka akan melakukan aksi Demo Ojek Online. Apabila sistem perubahan baru yakni penggabungan layanan pada Aplikasi Grab dan Gojek akan benar-benar terjadi.

Melansir dari situs Kompas Tekno, GARDA atau Gabungan Aksi Dua Roda ini dipimpin oleh seorang Ketua bernama igun Wijacksono. Ketua tersebut mengatakan secara tegas bahwa pihaknya menolak rencana penggabungan Grab dan Gojek tersebut. Kalau memang rencana tersebut terjadi, maka kami GARDA Indonesia akan turun tangan ke lapangan untuk melakukan aksi demo.

Dampak dari Pergabungan Grab dan Gojek

Menurut Igun sang ketua GARDA tersebut, kami khawatir apabila pergabungan ini benar-benar terjadi maka kedepannya nanti bisa saja terjadi PHK. Dengan alasan semua ini demi efisiensi dan kemajuan dari perusahaan. Sebenarnya kami tidak ingin melakukan Demo Ojek Online ini, namun apabila keadaan mendesak maka kami tidak punya pilihan lain.

JANGAN LEWATKAN •
Grab Hadirkan Metode Pembayaran Baru, Lebih Simpel dan Efisien?

Tidak hanya itu saja, Igun juga berharap kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Untuk ikut turun tangan terkait rencana pergabungan dua perusahaan Grab dan Gojek ini. Sebab Monopoli nantinya bisa terjadi dengan mudah dan itu merupakan suatu pelanggaran dalam persaingan usaha.

Demo Ojek Online 1
Ilustrasi Ojol Menunggu Pelanggan | Shutterstock

Untuk saat ini Igun beserta GARDA memang masih belum melakukan aksi demo Ojek Online dan masih menunggu respon dari pemerintah terhadap ancaman yang diberikan. Namun bisa diperkirakan mereka akan memulai aksi pada pertengahan Januari 2021 nanti apabila perundingan ini tidak berakhir dengan kata damai.

Tanggapan Komisi Pengawas Persaingan Usaha

Demo Ojek Online 3
Salah satu Foto Acara Sidang KPPU | CNN Indonesia

KPPU saat ini belum memberikan jawaban langsung terkait ancaman dan kasus Monopoli yang ditakutkan para Ojek Online tersebut. Sebab proses penilaian baru bisa dilakukan setelah penyelidikan selesai. Tak hanya itu saja, hasil penilaian pun juga tetap akan berlaku seperti yang diterapkan pada Undang-Undang.


Gimana menurut kalian, apakah sebaiknya Grab dan Gojek menjalin kerja sama atau lebih baik kedua perusahaan tersebut membatalkan kerjasamanya? Tulis pendapat dan opini pada kolom komentar yang sudah Teknodaim sediakan.

Add comment

Hidupkan Notifikasi    OK No thanks